Istana Maimun
  • 81 Hotel dekat Istana Maimun

Lihat Semua Hotel

Penerbangan Ke Medan, Indonesia (KNO)
Penerbangan Ke GunungSitoli, Indonesia (GNS)
Penerbangan Ke Silangit, Indonesia (DTB)
Penerbangan Ke Sibolga, Indonesia (FLZ)
Penerbangan Ke Tapanuli Selatan, Indonesia (AEG)

Istana Maimun

Alamat : Jalan Brigjend Katamso, Medan

Kategori

Salah satu peninggalan sejarah yang sangat terkenal di kota Medan adalah Istana Maimun. Bangunan kuno ini kini telah menjadi salah satu ikon dan tujuan wisata paling terkenal di kota Medan. Istana besar yang memiliki 30 ruangan ini mulai dibangun pada tahun 1888 dan selesai serta diresmikan pada 18 Mei 1891.

Asal nama dari Istana Maimun ini didapatkan dari Sultan Mahmud atas penghargaan kepada istrinya yang bernama Maimunah. Hal tersebut membuat bangunan istimewa ini memiliki kesan dan cerita romantis yang masih tersimpan hingga sekarang.

Terletak di Jalan Brigjen Katamso, istana peninggalan kerajaan Deli ini bisa dibilang salah satu istana yang paling indah yang ada di Indonesia. Hal tersebut dapat dilihat dari arsitektur bangunan yang sangat megah dan paduan dari beberapa unsur kebudayaan seperti Melayu, Spanyol, Persia, India, dan Italia.

Bangunan ini didominasi oleh warna kuning yang melambangkan warna Melayu dan juga warna kebesaran Kerajaan Deli pada masa itu. Sentuhan Eropa bisa dirasakan dari perabotan seperti lampu, kursi, meja, lemari, hingga pintu yang terdapat di dalamnya.

Selain sentuhan benua Eropa, Istana Maimun juga memancarkan nuansa Melayu dan juga pengaruh Islam yang sangat kental. Para pengunjung dapat mengenalinya dari bentuk lekukan di bagian atap istana yang menyerupai perahu terbalik, yang pada umumnya sering ditemui di negara kawasan Timur Tengah.

Ada beberapa sumber yang menyebutkan bahwa perancang dari Istana Maimun ini adalah seorang arsitek yang berasal dari Italia. Akan tetapi hal tersebut tidak dapat dipastikan dengan baik. Ada juga yang menyebutkan bahwa Istana Maimun dirancang oleh seseorang berkebangsaan Belanda.

Istana ini memiliki luas 2.722 meter persegi dan terdiri dari dua lantai yang masing-masing dibagi lagi menjadi tiga bagian. Ketiga bagian tersebut antara lain adalah bangunan utama, sisi kiri, dan sisi kanan. Total ruangan yang ada di dalam bangunan ini mencapai 30 ruangan.

Beberapa peninggalan sejarah lain yang terdapat di sekitar bangunan ini antara lain adalah meriam puntung menurut hikayat puak Melayu. Meriam tersebut adalah hasil jelmaan dari adik putri hijau Kerajaan Deli bernama Mambang Khayali. Putri menjelma menjadi sebuah meriam agar dapat selalu menjaga istana dari serangan pasukan Raja Aceh yang saat itu cintanya ditolak oleh sang putri.

Ketika itu, meriam ini sangat sering digunakan untuk menembak hingga membuat bagian ujung larasnya pecah. Menurut cerita dari penduduk setempat, ujung meriam tersebut melayang dan jatuh di desa Sukanalu, Kecamatan Barus Jahe Tanah Karo.

Kemudian sekitar 100 meter di depan Istana Maimun terdapat sebuah bangunan Masjid Raya  Al-Mashum yang juga menjadi salah satu ikon di kota Medan. Kawasan sekitar masjid ini menjadi sangat ramai dikunjungi masyarakat ketika bulan Ramadhan untuk menikmati wisata kuliner berbuka puasa.

Pengunjung dapat memasuki kawasan istana untuk menikmati keindahan sejarah yang masih berdiri hingga sekarang ini. Akan tetapi dikarenakan kawasan istana ini merupakan suatu tempat terhormat, maka pengunjung tidak bisa memasukinya setiap saat. Jam kunjungan diberlakukan hari senin - minggu mulai dari jam 8 pagi hingga 5 sore dengan jam istirahat jam 12 hingga 1 siang.Tak jarang di dalam kawasan istana ini mengadakan pertunjukan musik melayu. Istana akan ditutup ketika sedang diadakan upacara adat.

Galeri Foto Istana Maimun

Hotel dekat Istana Maimun