Cari Tiket Pesawat Bangka - Pangkal Pinang Houari Boumedienne Murah (PGK - ALG)

Tiket Pesawat Murah Bangka - Pangkal Pinang ke Houari Boumedienne (PGK - ALG)

tiket.com membantu Anda mencari dan mendapatkan harga tiket pesawat murah dari Bangka - Pangkal Pinang (PGK) ke Houari Boumedienne (ALG). Cari, bandingkan dan pesan tiket pesawat yang kamu inginkan. Dapatkan TIX Point untuk setiap transaksi dan gunakan untuk diskon di pembelian selanjutnya.


Tiket Pesawat Bangka - Pangkal Pinang Houari Boumedienne Murah (PGK - ALG)

Kamu mencari tiket pesawat Bangka - Pangkal Pinang Houari Boumedienne (PGK - ALG) dengan harga termurah? Hanya dengan satu kali sentuhan jari, kamu sudah bisa mendapatkan harga tiket pesawat Bangka - Pangkal Pinang Houari Boumedienne (PGK - ALG) murah di tiket.com. Dengan sistem pemesanan tiket pesawat online yang canggih, pengalaman pesan tiket pesawat Bangka - Pangkal Pinang Houari Boumedienne (PGK - ALG) di tiket.com selalu lebih mudah dan cepat. Kamu tinggal memilih jadwal tiket pesawat Bangka - Pangkal Pinang Houari Boumedienne (PGK - ALG) yang sesuai dengan jadwal penerbangan yang kamu inginkan. Jangan lupa, ada banyak keuntungan yang bisa kamu dapatkan jika pesan tiket pesawat murah dari Bangka - Pangkal Pinang (PGK) ke Houari Boumedienne (ALG) di tiket.com. Selain bisa mendapatkan tiket pesawat Bangka - Pangkal Pinang Houari Boumedienne (PGK - ALG) lebih murah, banyak promo tiket pesawat yang akan membuat bujet perjalanan kamu menjadi lebih hemat. Makanya, jangan ragu untuk booking tiket pesawat Bangka - Pangkal Pinang ke Houari Boumedienne di tiket.com karena banyak keuntungannya. Temukan harga tiket pesawat Bangka - Pangkal Pinang ke Houari Boumedienne termurah hanya di tiket.com. Lakukan pemesanan sekarang dan wujudkan perjalanan ke destinasi yang kamu impikan.

Official Partner

Kami menerima pembayaran dari

Mengapa membeli tiket pesawat di tiket.com

Nikmati berbagai keunggulan pesan tiket pesawat online di tiket.com

Deskripsi Bandara

Bandar Udara Depati Amir adalah bandar udara yang terletak di Kota Pangkal Pinang Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Bandara ini dikelola oleh PT. Angkasa Pura II sejak bulan Januari 2007. Pada awalnya bernama Pelabuhan Udara Pangkalpinang yang dibangun sejak penjajahan Jepang tahun 1942 sebagai pertahanan dari serangan tentara sekutu. Sesuai dengan surat Sekjen Dephub No. 378/TLK/DEPHUB/VIII/85 tanggal 22 Agustus 1985 nama Pelabuhan Udara diubah menjadi Bandar Udara. Berdasarkan Surat Keputusan Menteri Perhubungan No. SK.1/AU.106/PHB-99 tanggal 25 Agustus 1999, Bandar Udara Pangkalpinang diubah menjadi Bandar Udara Depati Amir Bangka, yang merupakan UPT dari Instansi Vertikal Direktorat Jenderal Perhubungan Udara, Kementerian Perhubungan.

Sejak 1 Januari 2007, Bandara ini diserahkan pengelolaannya kepada sebuah BUMN yang membidangi pengelolaan beberapa bandara di wilayah barat Indonesia, yaitu PT. Angkasa Pura II (Persero).

Bandara ini telah sekian kali mengalami perubahan fisik, baik wilayah Terminal penumpang, fasilitas Landasan pacu, apron, maupun ruang udara. Terminal penumpang terus mengalami perluasan. Landasan pacu, pada awalnya berupa hamparan rumput, kemudian tanah keras atau biasa disebut runway strip. Seiring dengan bertambahnya kapasitas dan ukuran pesawat yang semakin besar, landasan pacu dikembangkan dengan konstruksi aspal.

Pada tahun 1978, landasan tersebut dipindah bergeser ke arah barat sejauh sekitar 75 meter, dengan panjang 1200m. Kemudian secara bertahap terus diperpanjang 1600 m, 1800m, 2000m dan selanjutnya tahun 2013 runway telah mencapai panjang 2250m x 45m. Dalam sejarah perpanjangan landasan pacu ini, pernah juga memotong sebuah jalan raya, hingga pada akhirnya jalan raya tersebut dialihkan ke arah jalur yang lebih sesuai. Hingga saat ini runway bandara ini telah mampu didarati pesawat type Boeing 737-800/900 & Airbus A320, walaupun dalam kapasitas yang terbatas.

Tempat parkir pesawat (apron) juga telah beberapa kali mengalami overlay (penebalan aspalt ). Hingga saat ini apron bandara ini telah mampu menampung 4 pesawat berbadan lebar sekaligus, seperti type Boeing 737-800/900 & Airbus A320.

Untuk ruang udara yang dikendalikan oleh unit Pelayanan Lalu Lintas Udara Bandara Depati Amir pada awalnya hanya melayani sebatas wilayah sekitar bandara hingga ketinggian 2500 kaki. Pada tahun 1992, batas wilayah berkembang, dengan batas horizontal hingga 30 Nm, dan batas vertikal 15.000 kaki. Pada tahun 2008 setelah dikelola oleh PT. Angkasa Pura II, batas horizontal diperlebar hingga jarak variatif 80 Nm, sedangkan batas vertikal hingga 24.500 kaki.

Sejak 1 Januari 2013 pengelolaan ruang udara pada Bandara Depati Amir beralih kepada Perum Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia atau yang juga dikenal dengan AirNav Indonesia.

Adapun rute penerbangan terdiri dari rute jakarta - pangkalpinang pp yang dilayani oleh Sriwijaya AirGaruda IndonesiaLion Air dan Citilink, rute batam - pangkalpinang - tanjung pandan pp oleh Wings Air, rute tanjung pandan - pangkalpinang pp oleh Sriwijaya Air dan rute palembang - pangkalpinang pp oleh Sriwijaya Air.

Foto di Bangka - Pangkal Pinang (PGK)


Tempat Menarik di sekitar Airport Bangka - Pangkal Pinang (PGK)

Bangka Botanical Garden

Bangka Botanical Garden

5.2 Km Lihat Selengkapnya

Pantai Pasir Padi

Pasir Padi Beach

8.8 Km Lihat Selengkapnya

Pantai Tanjung Bunga

Tanjung Bunga Beach

8.8 Km Lihat Selengkapnya

Hutan Wisata Tuatunu

Tuatunu Forest Tourism

8.8 Km Lihat Selengkapnya

Deskripsi Bandara

Bandar Udara Houari Boumediene, Guja dikenal sebagai Bandara Aljir, Adalah SEBUAH bandar Udara Internasional Yang Melayani kota Aljir, Ibukota Dari Aljazair. lokasinya Sekitar 9,1 nm (16,9 km; 10,5 mi) timur Tenggara Dari kota [1].

Bandara Penyanyi nama di diberi Houari Boumediene, Seorang Mantan Presiden Dari Aljazair. Di Bawah Pemerintahan Prancis, Dar El Beida, wilâyah di mana Bandara Penyanyi berada, dikenal sebagai Maison Blanche (istana putih) Dan, di sebagian gede literatur Mengenai Perang Kemerdekaan Aljazair menuliskan Bandara Penyanyi DENGAN nama di Bandar Udara Maison Blanche.

Bandara ini didirikan pada tahun 1924 dengan nama Bandar Udara Maison Blanche. Selama Perang Dunia II, Bandar Udara Maison Blanche menjadi target utama Sekutu dalam Operasi Torch yang dilakukan Satuan Tugas Timur pada 8 November 1942 yang terdiri dari gabungan unit Angkatan Darat AS, Komando Britania, dan elemen dari divisi infanteri Britania. Pasukan ini berhadapan dengan pasukan Vichy French yang mempertahankan bandara pada hari yang sama, sesuai perintah dari Admiral Darlan di Aljir yang memerintahkan penghentian pertempuran di Afrika Utara.

Terminal Internasional (Terminal 1) saat ini memiliki kapasitas sebesar 6 juta penumpang setiap tahun. Bandara ini diresmikan pada 5 Juli 2006 oleh Presiden Abdelaziz Bouteflika. Lalu lintas internasional saat ini adalah 2,5 juta penumpang setiap tahun. Di terminal ini terdapat 5000 ruang parkir mobil, sebuah tempat taksi, wilayah keberangkatan seluas 27.000 m⊃2;, dengan 16 gerbang.

Terminal domestik (Terminal 2) direnovasi pada tahun 2007, memiliki kapasitas 2,5 juta penumpang setiap tahun. Termianl ini menawarkan kenyamanan dan keamanan yang sama dengan terminal 1. Lalu litas domestik saat ini adalah 1,5 juta penumpang setiap tahun. Terminal 2 dilengkapi dengan 20 meja regitrasi, sebuah kafetaria, ruang teh, dan mushola. Terdapat 900 ruang parkir, sebuah tampat taksi, area keberangkatan seluas 5.000 m⊃2;, dengan 7 gerbang, wilayah pengantaran bagasi, dan ruang tunggu khusus bagi penumpang premium.

Terminal 3 pernah digunakan untuk terminal domestik. Setelah tahun 2007, terminal ini menampung penerbangan ziarah, haji, dan umrah, beserta dengan penerbangan charter.

Maskapai berikut melayani Bandar Udara Houari Boumediene pada September 2011

Foto di Houari Boumedienne (ALG)

screenshot-app-crop

Unduh Aplikasi tiket.com

atau

Kami akan mengirimkan tautan untuk mengunduh aplikasi langsung ke ponsel atau tablet Anda