Cari Tiket Pesawat Jakarta - Cengkareng Jakarta - Halim Murah (CGK - HLP)

Tiket Pesawat Murah Jakarta - Cengkareng ke Jakarta - Halim (CGK - HLP)

tiket.com membantu Anda mencari dan mendapatkan harga tiket pesawat murah dari Jakarta - Cengkareng (CGK) ke Jakarta - Halim (HLP). Cari, bandingkan dan pesan tiket pesawat yang kamu inginkan. Dapatkan TIX Point untuk setiap transaksi dan gunakan untuk diskon di pembelian selanjutnya.


Tiket Pesawat Jakarta - Cengkareng Jakarta - Halim Murah (CGK - HLP)

Kamu mencari tiket pesawat Jakarta - Cengkareng Jakarta - Halim (CGK - HLP) dengan harga termurah? Hanya dengan satu kali sentuhan jari, kamu sudah bisa mendapatkan harga tiket pesawat Jakarta - Cengkareng Jakarta - Halim (CGK - HLP) murah di tiket.com. Dengan sistem pemesanan tiket pesawat online yang canggih, pengalaman pesan tiket pesawat Jakarta - Cengkareng Jakarta - Halim (CGK - HLP) di tiket.com selalu lebih mudah dan cepat. Kamu tinggal memilih jadwal tiket pesawat Jakarta - Cengkareng Jakarta - Halim (CGK - HLP) yang sesuai dengan jadwal penerbangan yang kamu inginkan. Jangan lupa, ada banyak keuntungan yang bisa kamu dapatkan jika pesan tiket pesawat murah dari Jakarta - Cengkareng (CGK) ke Jakarta - Halim (HLP) di tiket.com. Selain bisa mendapatkan tiket pesawat Jakarta - Cengkareng Jakarta - Halim (CGK - HLP) lebih murah, banyak promo tiket pesawat yang akan membuat bujet perjalanan kamu menjadi lebih hemat. Makanya, jangan ragu untuk booking tiket pesawat Jakarta - Cengkareng ke Jakarta - Halim di tiket.com karena banyak keuntungannya. Temukan harga tiket pesawat Jakarta - Cengkareng ke Jakarta - Halim termurah hanya di tiket.com. Lakukan pemesanan sekarang dan wujudkan perjalanan ke destinasi yang kamu impikan.

Official Partner

Partner Resmi Maskapai di Pesawat Jakarta - Cengkareng ke Jakarta - Halim

Dengan berbagai maskapai mitra, kami siap menerbangkan Anda ke mana pun.

Tiket Pesawat Batik Air

Kami menerima pembayaran dari

Mengapa membeli tiket pesawat di tiket.com

Nikmati berbagai keunggulan pesan tiket pesawat online di tiket.com

Deskripsi Bandara

Informasi Kota

Apa yang ingin kamu cari pertama kali jika berkunjung ke Jakarta?

Pertanyaan ini tentu menggelitik bagi banyak pihak yang berniat untuk membeli tiket pesawat ke Jakarta. Dari kunjungan kerja, study tours, mengunjungi kerabat, sampai perjalanan wisata, setiap hari ramai dilakukan di ibukota Republik Indonesia ini.

Terlebih, jika ingin traveling menuju ke berbagai kota di seluruh dunia seperti Paris, Tokyo, atau New York, kebanyakan penerbangan internasional ini dilakukan dari Jakarta.

Jakarta memang pusatnya Indonesia. Selain menjadi pusat pemerintahan, Jakarta juga menjadi pusat bisnis yang tak pernah mati. Banyak pendatang berbondong-bondong datang ke Jakarta. Hal ini membuat Jakarta menjadi kota yang padat penduduk. Jakarta terdiri dari 6 (enam) wilayah administratif yaitu Kota Administrasi Jakarta Barat, Kota Administrasi Jakarta Timur, Kota Administrasi Jakarta Selatan, Kota Administrasi Jakarta Utara, dan Kepulauan Seribu.

Di balik kesibukan Jakarta yang selalu menggeliat 24 jam, Jakarta menyimpan banyak keindahan yang membuatnya pantas dijadikan destinasi wisata unggulan di Pulau Jawa. Tak heran, tiket pesawat ke Jakarta terbilang sangat laris.

Mendaki ketinggian Monas dan melihat pemandangan Jakarta dari ketinggian hanyalah sekelumit alasan yang akan membuat kamu tergerak untuk membeli tiket pesawat ke Jakarta.

Namun, rasanya sangat disayangkan apabila kamu buru-buru membeli tiket pesawat ke Jakarta tanpa mengetahui informasi dari Bandara Soekarno-Hatta kebanggaan Kota Jakarta.

Bandara Soekarno Hatta

Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta atau yang seringkali disebut sebagai Bandara Soetta merupakan bandara yang terletak di dekat Cengkareng, sekitar 20 kilometer dari pusat kota Jakarta. Bandara dengan kode CGK melayani penerbangan ke ratusan destinasi domestik maupun internasional. Terdapat 3 (tiga) landasan pacu yang dibangun di bandara yang megah kebanggaan Jakarta ini.

Landasan pacu 1 dan 2 memiliki panjang 3.600 meter, dengan lebar 60 meter. Sedangkan landasan pacu 3 yang mulai dibangun pada tahun 2017 akan memiliki panjang yang mencapai 3.000 meter.

Sejarah Bandara

Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta memulai pembangunannya dari sebuah proyek dengan kode nama Jakarta International Airport Cengkareng. Bandara ini dibangun di dekat Cengkareng ketika Bandara Kemayoran mulai banyak dikritik akibat lokasinya yang terlalu dekat dengan Bandara Halim Perdanakusuma.

Sekitar tahun 1975, disepakati perjanjian tentang pembangunan bandara baru yang akan menggantikan peran Bandara Kemayoran. Pemerintah Indonesia menandatangani perjanjian pembangunan bandara dengan pihak Aeroport de Paris dan PT Konavi yang akan menjalankan proyeknya.

Bandara yang menjadi pintu masuk utama ke Indonesia ini dirancang oleh arsitek terkenal dari Perancis, Paul Andreu, yang juga merancang Bandara Internasional Charles de Gaulle di Paris.

Pada tahun 1985, Bandara Kemayoran resmi ditutup sehingga otomatis Bandara Soekarno-Hatta menjadi bandara inti di Jakarta. Saat itu, Bandara Soekarno-Hatta sukses menjadi mahakarya yang menaikkan gengsi bangsa Indonesia di mata dunia internasional. Bandara ini disebut sebagai salah satu karya terbaik bangsa yang berhasil ditorehkan pada masa pemerintahan Presiden Soeharto.

Lokasi Bandara

Bandara Internasional Soekarno-Hatta Jakarta berlokasi di dekat Cengkareng, tepatnya di Tangerang, Banten, sekitar 20 kilometer dari pusat kota Jakarta.

Terminal

Sebagai salah satu bandara terbesar dan terbaik di Indonesia, Bandara Soekarno-Hatta memiliki 4 (empat) terminal penumpang dan 1 (satu) terminal kargo.

Bandara Soekarno Hatta Terminal 1

Terminal 1 adalah terminal penumpang yang khusus melayani penerbangan domestik untuk maskapai selain Garuda Indonesia. Terminal 1 dibedakan menjadi 3 (tiga), yaitu Terminal 1A, Terminal 1B dan Terminal 1C.

Bandara Soekarno Hatta Terminal 2

Sedangkan Terminal 2 adalah terminal yang melayani penerbangan internasional dan domestik. Terminal 2 masih dibagi lagi menjadi Terminal 2D, Terminal 2E dan Terminal 2F. Terminal 2D dan 2E digunakan untuk penerbangan internasional bagi maskapai selain Garuda Indonesia. Terminal 2F digunakan untuk penerbangan domestik untuk pesawat NAM Air, Sriwijaya Air dan Air Asia.

Bandara Soekarno Hatta Terminal 3

Terminal 3 Ultimate merupakan versi baru dari Terminal 3 yang sudah direnovasi. Terminal ini merupakan basis dari penerbangan pesawat maskapai Garuda Indonesia di Jakarta.

Selain itu, pihak Angkasa Pura juga akan membangun 1 terminal tambahan di Bandara Soetta, yaitu Terminal 4 yang baru akan dimulai pembangunannya pada tahun 2021, dan diprediksi akan rampung pada tahun 2025 mendatang. Terminal 4 ini juga nantinya akan mengusung konsep Smart Airport.

Akses

Banyak pilihan transportasi darat di Jakarta yang bisa kamu pilih untuk menuju ke Bandara Soekarno Hatta-Jakarta. Namun, perlu diingat, karena bandara ini memiliki banyak terminal, kamu perlu untuk memperhatikan informasi nomor terminal di lembaran tiket pesawat ke Jakarta yang kamu miliki.

Akses menuju Bandara Soekarno – Hatta bisa kamu lakukan dengan menggunakan taksi, baik taksi online maupun taksi regular yang banyak berseliweran di Jakarta. Selain itu, kamu juga bisa memanfaatkan bus DAMRI atau angkutan kota.

Saat ini, sudah tersedia pula kereta bandara yang langsung mengantarmu menuju Bandara Soetta. Untuk menggunakan fasilitas KRL ini, kamu harus berangkat dari Jakarta, yaitu melalui jalur Sudirman - Jakarta. Dengan menggunakan Airport Rail Link ini, tentu bisa membuat kamu terhindar dari kemacetan.

Kelebihan lain dari menggunakan Rail Link adalah kereta ini terkoneksi langsung dengan SkyTrain. Jadi, kamu bisa langsung menggunakan SkyTrain ini untuk berpindah antar-terminal. Semakin mudah, bukan?

Jangan ragu lagi untuk segera berkunjung ke Jakarta. Selain memiliki bandara tersibuk di Indonesia, kota ini juga memiliki banyak pesona yang tidak dapat kamu temukan di kota-kota lainnya di Indonesia.

Jadi sudah berapa persenkah kesiapan kamu untuk memesan tiket pesawat ke Jakarta?

Foto di Jakarta - Cengkareng (CGK)

Deskripsi Bandara

Bandara Halim Perdanakusuma adalah sebuah bandar udara di Jakarta, Indonesia. Bandar udara ini juga digunakan sebagai markas Komando Operasi Angkatan Udara I (Koops AU I) TNI-AU.

Sejarah Ruspau Antariksa tidak bisa melepaskan diri dari sejarah kesehatan Lanud Halim Perdanakusuma yang saat itu masih bernama pangkalan Udara Cililitan. Sejarah dimulai setelah Pangkalan Udara Cililitan diserahkan kepada Pemerintah Indonesia dari Pemerintah Belanda, Pada tanggal 20 Juni 1950. Dengan demikian diserahterimakan juga wewenang Dinas Kesehatan Pangkalan Cililitan dimana LU-II Harsono yang pada waktu itu juga menjabat sebagai Kepala Jawatan Farmasi, Menjadi kepala Kesehatan pertama. selanjutnya pada tahun 1951 Kepala Dinas Kesehatan dijabat oleh LMU-II S. Hadiprayitno. Para dokter yang pernah bertugas di Cililitan tahun 1950 antara lain Mayor Udara dr. Muryawan, LU-I dr. S.I



Pada Tanggal 17 Agustus1952 Pangkalan Udara Cililitan diubah namanya menjadi pangkalan udara Halim Perdanakusuma, sehingga otomatis dinas kesehatannya juga menjadi bagian dari Pangkalan Udara Halim Perdana. Pada Tahun 1955 Dinas Kesehatan Pangkalan Cililitan masih berstatus sebagai tempat perawatan sementara yang hanya mempunyai fasilitas Poliklinik umum, Poliklinik Gigi, ruang uji kesehatan awak pesawat dan ruang perawatan berkapasitas tiga belas tempat tidur. pimpinan rumah sakit pada saat itu dijabat dr. Suyoso Soemodimedjo. pada tahun 1956-tahun 1957, Dinas Kesehatan Pangkalan Udara Cililitan mendapatkan alokasi pembangunan rumah sakit, tetapi kemudian sempat berhenti dan terlambat penyelesaiannya karena terjadi sanering mata uang rupiah, setelah bangunan fisik selesai, rumah sakit terdiri dari perkantoran, apotik, laboratorium, Asrama perawat, pergudangan dan ruang perawatan dengan kapasitas 60 Tempat tidur. Sekarang, bangunan ini masih dapat kita saksikan segagai bangunan lama Ruspau Antariksa. Selanjutnya Rumah Sakit ini berada dibawah kendali Gugus Kesehatan 502

Pada masa perang kemerdekaan, Halim Perdanakusuma dan Opsir Iswahyudi mendapat tugas untuk membawa pesawat tempur yang baru dibeli. Pesawat itu sendiri berada di Muangthai (Thailand). Untuk mempelajari pesawat tempur yang sebelumnya merupakan pesawat angkutan itu, Halim hanya membutuhkan waktu selama kurang lebih 5 hari. Tapi dalam buku sejarah yang dikeluarkan Mabes TNI AU itu, tidak tersebutkan negara mana yang membuat pesawat tersebut.

Dari Thailand pesawat menuju ke Indonesia. Namun malang, pesawat itu tak kunjung sampai. Diperkirakan, pesawat itu terjatuh di kawasan pantai selat Malaka. Tak lama kemudian, nelayan menemukan sosok mayak yang terdampar di kawasan pantai. Dan saat itu kodisi jenazah sangat sulit diidentifikasi. Namun akhirnya jenazah itu diduga merupakan jenazah Halim Perdanakusuma. Sedangkan jenazah Iswahyudi hingga kini belum diketemukan.

Sebagai tanda penghargaan, keduanya dijadikan pahlawan nasional Indonesia dan nama Halim Perdanakusuma diabadikan sebagai Bandara Pangkalan TNI AU di Jakarta Timur sedangkan Iswahyudi diabadikan sebagai Pangkalan TNI AU di Madiun.

Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, yang selama hanya ini menjadi bandara pesawat carter,  sejak tanggal 10 Januari 2014 siap menjadi bandara domestik pada . Untuk kapasitas bandara ini dapat melayani 66 penerbangan kedatangan dan keberangkatan setiap hari, dengan total pergerakan penumpang sekitar 9000 orang setiap harinya.

Area parkir kendaraan di Bandara Halim Perdanakusuma juga cukup lebar, karena ajan diperluas dari 5.000 mobil menjadi 7.000 mobil. 

Foto di Jakarta - Halim (HLP)

screenshot-app-crop

Unduh Aplikasi tiket.com

atau

Whatsapp