Cari Tiket Pesawat Malatya Jakarta - Halim Murah (MLX - HLP)

Tiket Pesawat Murah Malatya ke Jakarta - Halim (MLX - HLP)

tiket.com membantu Anda mencari dan mendapatkan harga tiket pesawat murah dari Malatya (MLX) ke Jakarta - Halim (HLP). Cari, bandingkan dan pesan tiket pesawat yang kamu inginkan. Dapatkan TIX Point untuk setiap transaksi dan gunakan untuk diskon di pembelian selanjutnya.


Tiket Pesawat Malatya Jakarta - Halim Murah (MLX - HLP)

Kamu mencari tiket pesawat Malatya Jakarta - Halim (MLX - HLP) dengan harga termurah? Hanya dengan satu kali sentuhan jari, kamu sudah bisa mendapatkan harga tiket pesawat Malatya Jakarta - Halim (MLX - HLP) murah di tiket.com. Dengan sistem pemesanan tiket pesawat online yang canggih, pengalaman pesan tiket pesawat Malatya Jakarta - Halim (MLX - HLP) di tiket.com selalu lebih mudah dan cepat. Kamu tinggal memilih jadwal tiket pesawat Malatya Jakarta - Halim (MLX - HLP) yang sesuai dengan jadwal penerbangan yang kamu inginkan. Jangan lupa, ada banyak keuntungan yang bisa kamu dapatkan jika pesan tiket pesawat murah dari Malatya (MLX) ke Jakarta - Halim (HLP) di tiket.com. Selain bisa mendapatkan tiket pesawat Malatya Jakarta - Halim (MLX - HLP) lebih murah, banyak promo tiket pesawat yang akan membuat bujet perjalanan kamu menjadi lebih hemat. Makanya, jangan ragu untuk booking tiket pesawat Malatya ke Jakarta - Halim di tiket.com karena banyak keuntungannya. Temukan harga tiket pesawat Malatya ke Jakarta - Halim termurah hanya di tiket.com. Lakukan pemesanan sekarang dan wujudkan perjalanan ke destinasi yang kamu impikan.

Official Partner

Kami menerima pembayaran dari

Mengapa membeli tiket pesawat di tiket.com

Nikmati berbagai keunggulan pesan tiket pesawat online di tiket.com

Deskripsi Bandara

Malatya adalah sebuah kota besar yang berlokasi di region Eastern Anatolia, bagian dari negara Turki. Kota ini memiliki sebuah bandara yang disebut sebagai Bandara Malatya atau Bandara Malatya Erhaç. Bandara ini ditandai dengan kode IATA sebagai MLX dan kode ICAO sebagai LTAT. Fungsi dari Bandara Malatya adalah melayani penerbangan untuk pesawat publik, sekaligus untuk pesawat militer.

Bandara Malatya yang digunakan sebagai tempat mendarat untuk penumpang yang beli tiket pesawat ke Malatya telah dibangun sejak tahun 1941. Namun, pada masa awal pembangunannya, bandara ini memiliki lokasi yang berbeda dari Bandara Malatya yang sekarang. Sejak lokasinya dipindahkan dari lokasi bandara lama, Bandara Old Malatya disebut sebagai Battalgazi.

Untuk Anda yang tertarik datang ke Malatya, Anda bisa pesan tiket ke Malatya melalui sistem pemesanan tiket pesawat online. Kota yang berlokasi di Turki bagian tenggara ini menyimpan banyak peninggalan bersejarah, karena di masa lalu kota ini pernah menjadi tempat kekerasan anti-Armenia.

Jika Anda ingin berkunjung ke Malatya, pesan tiket ke Malatya melalui tiket.com. Jika nanti Anda sudah sampai di Malatya, Anda akan mendarat di Bandara Malatya yang berjarak sekitar 30 km dari pusat kota. Untuk mencapai pusat kota dari bandara, Anda bisa menggunakan shuttle bus dari maskapai penerbangan, atau menyewa taksi. Untuk berkeliling Malatya, Anda bisa menggunakan angkutan bus umum yang disediakan oleh pemerintah Kota Malatya. 

Deskripsi Bandara

Bandara Halim Perdanakusuma adalah sebuah bandar udara di Jakarta, Indonesia. Bandar udara ini juga digunakan sebagai markas Komando Operasi Angkatan Udara I (Koops AU I) TNI-AU.

Sejarah Ruspau Antariksa tidak bisa melepaskan diri dari sejarah kesehatan Lanud Halim Perdanakusuma yang saat itu masih bernama pangkalan Udara Cililitan. Sejarah dimulai setelah Pangkalan Udara Cililitan diserahkan kepada Pemerintah Indonesia dari Pemerintah Belanda, Pada tanggal 20 Juni 1950. Dengan demikian diserahterimakan juga wewenang Dinas Kesehatan Pangkalan Cililitan dimana LU-II Harsono yang pada waktu itu juga menjabat sebagai Kepala Jawatan Farmasi, Menjadi kepala Kesehatan pertama. selanjutnya pada tahun 1951 Kepala Dinas Kesehatan dijabat oleh LMU-II S. Hadiprayitno. Para dokter yang pernah bertugas di Cililitan tahun 1950 antara lain Mayor Udara dr. Muryawan, LU-I dr. S.I



Pada Tanggal 17 Agustus1952 Pangkalan Udara Cililitan diubah namanya menjadi pangkalan udara Halim Perdanakusuma, sehingga otomatis dinas kesehatannya juga menjadi bagian dari Pangkalan Udara Halim Perdana. Pada Tahun 1955 Dinas Kesehatan Pangkalan Cililitan masih berstatus sebagai tempat perawatan sementara yang hanya mempunyai fasilitas Poliklinik umum, Poliklinik Gigi, ruang uji kesehatan awak pesawat dan ruang perawatan berkapasitas tiga belas tempat tidur. pimpinan rumah sakit pada saat itu dijabat dr. Suyoso Soemodimedjo. pada tahun 1956-tahun 1957, Dinas Kesehatan Pangkalan Udara Cililitan mendapatkan alokasi pembangunan rumah sakit, tetapi kemudian sempat berhenti dan terlambat penyelesaiannya karena terjadi sanering mata uang rupiah, setelah bangunan fisik selesai, rumah sakit terdiri dari perkantoran, apotik, laboratorium, Asrama perawat, pergudangan dan ruang perawatan dengan kapasitas 60 Tempat tidur. Sekarang, bangunan ini masih dapat kita saksikan segagai bangunan lama Ruspau Antariksa. Selanjutnya Rumah Sakit ini berada dibawah kendali Gugus Kesehatan 502

Pada masa perang kemerdekaan, Halim Perdanakusuma dan Opsir Iswahyudi mendapat tugas untuk membawa pesawat tempur yang baru dibeli. Pesawat itu sendiri berada di Muangthai (Thailand). Untuk mempelajari pesawat tempur yang sebelumnya merupakan pesawat angkutan itu, Halim hanya membutuhkan waktu selama kurang lebih 5 hari. Tapi dalam buku sejarah yang dikeluarkan Mabes TNI AU itu, tidak tersebutkan negara mana yang membuat pesawat tersebut.

Dari Thailand pesawat menuju ke Indonesia. Namun malang, pesawat itu tak kunjung sampai. Diperkirakan, pesawat itu terjatuh di kawasan pantai selat Malaka. Tak lama kemudian, nelayan menemukan sosok mayak yang terdampar di kawasan pantai. Dan saat itu kodisi jenazah sangat sulit diidentifikasi. Namun akhirnya jenazah itu diduga merupakan jenazah Halim Perdanakusuma. Sedangkan jenazah Iswahyudi hingga kini belum diketemukan.

Sebagai tanda penghargaan, keduanya dijadikan pahlawan nasional Indonesia dan nama Halim Perdanakusuma diabadikan sebagai Bandara Pangkalan TNI AU di Jakarta Timur sedangkan Iswahyudi diabadikan sebagai Pangkalan TNI AU di Madiun.

Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, yang selama hanya ini menjadi bandara pesawat carter,  sejak tanggal 10 Januari 2014 siap menjadi bandara domestik pada . Untuk kapasitas bandara ini dapat melayani 66 penerbangan kedatangan dan keberangkatan setiap hari, dengan total pergerakan penumpang sekitar 9000 orang setiap harinya.

Area parkir kendaraan di Bandara Halim Perdanakusuma juga cukup lebar, karena ajan diperluas dari 5.000 mobil menjadi 7.000 mobil. 

Foto di Jakarta - Halim (HLP)

screenshot-app-crop

Unduh Aplikasi tiket.com

atau

Kami akan mengirimkan tautan untuk mengunduh aplikasi langsung ke ponsel atau tablet Anda