Cari Tiket Pesawat Tanjung Selor Jakarta - Halim Murah (TJS - HLP)

Tiket Pesawat Murah Tanjung Selor ke Jakarta - Halim (TJS - HLP)

tiket.com membantu Anda mencari dan mendapatkan harga tiket pesawat murah dari Tanjung Selor (TJS) ke Jakarta - Halim (HLP). Cari, bandingkan dan pesan tiket pesawat yang kamu inginkan. Dapatkan TIX Point untuk setiap transaksi dan gunakan untuk diskon di pembelian selanjutnya.


Tiket Pesawat Tanjung Selor Jakarta - Halim Murah (TJS - HLP)

Kamu mencari tiket pesawat Tanjung Selor Jakarta - Halim (TJS - HLP) dengan harga termurah? Hanya dengan satu kali sentuhan jari, kamu sudah bisa mendapatkan harga tiket pesawat Tanjung Selor Jakarta - Halim (TJS - HLP) murah di tiket.com. Dengan sistem pemesanan tiket pesawat online yang canggih, pengalaman pesan tiket pesawat Tanjung Selor Jakarta - Halim (TJS - HLP) di tiket.com selalu lebih mudah dan cepat. Kamu tinggal memilih jadwal tiket pesawat Tanjung Selor Jakarta - Halim (TJS - HLP) yang sesuai dengan jadwal penerbangan yang kamu inginkan. Jangan lupa, ada banyak keuntungan yang bisa kamu dapatkan jika pesan tiket pesawat murah dari Tanjung Selor (TJS) ke Jakarta - Halim (HLP) di tiket.com. Selain bisa mendapatkan tiket pesawat Tanjung Selor Jakarta - Halim (TJS - HLP) lebih murah, banyak promo tiket pesawat yang akan membuat bujet perjalanan kamu menjadi lebih hemat. Makanya, jangan ragu untuk booking tiket pesawat Tanjung Selor ke Jakarta - Halim di tiket.com karena banyak keuntungannya. Temukan harga tiket pesawat Tanjung Selor ke Jakarta - Halim termurah hanya di tiket.com. Lakukan pemesanan sekarang dan wujudkan perjalanan ke destinasi yang kamu impikan.

Official Partner

Kami menerima pembayaran dari

Mengapa membeli tiket pesawat di tiket.com

Nikmati berbagai keunggulan pesan tiket pesawat online di tiket.com

Deskripsi Bandara

Bandar Udara Tanjung Harapan adalah sebuah bandara domestik yang terletak di Kota Tanjung Selor, Kalimantan Utara. Tanjung Selor adalah ibukota dari Provinsi Kalimantan Utara. Dalam ruang lingkup wilayah yang lebih kecil, Kota Tanjung Selor terletak di Kabupaten Bulungan, sekaligus menjadi ibukota dari Kabupaten Bulungan.

Bandara Tanjung Harapan memiliki ukuran landasan pacu sepanjang 1.400 meter, dengan lebar landasan pacu 30 meter. Seluruh permukaan landasan pacu di Bandara Tanjung Harapan sudah mulus dengan permukaan aspal.

Terkait dengan fungsinya untuk menjadi pembuka hubungan transportasi antar daerah, telah terdapat beberapa maskapai yang melayani penerbangan di Bandar Udara Tanjung Harapan. Beberapa maskapai tersebut di antaranya adalah maskapai KalStar Aviation dan Susi Air.

Untuk rute penerbangan, rute utama yang dilayani oleh pesawat yang beroperasi di Bandara Tanjung Harapan adalah rute Tanjung Selor-Balikpapan, Tanjung Selor-Tarakan, Tanjung Selor-Malinau, Tanjung Selor-Nunukan, Tanjung Selor-Samarinda, dan Tanjung Selor-Long Apung.

Adanya alternatif maskapai dan pilihan rute penerbangan tersebut akan membuat Anda mudah menyesuaikan tiket pesawat ke Tanjung Selor sesuai kebutuhan. Bandar Udara Tanjung Harapan dibangun sebagai salah satu komitmen Pemerintah Daerah Kalimantan Utara, bekerjasama dengan Kementerian Perhubungan untuk meningkatkan pelayanan di bidang transportasi.

Sejak tahun 2016, pembangunan Bandara Tanjung Harapan di Tanjung Selor terus digenjot. Beberapa pembenahan yang dilakukan di bandara ini adalah perpanjangan landasan pacu dan pengaspalan.

Pada tahun 2017, fasilitas di Bandara Tanjung Harapan semakin dilengkapi. Penambahan fasilitas tersebut di antaranya adalah penambahan Air Field Lighting System (AFLS) dan armada Pemadam Kebakaran (Damkar). Jika Anda membeli tiket pesawat ke Tanjung Selor, Anda akan disambut oleh suasana yang damai dan bersahaja di Bandara Tanjung Harapan.


Tempat Menarik di sekitar Airport Tanjung Selor (TJS)

Baloy Adat Tidung

Baloy Adat Tidung

55.8 Km Lihat Selengkapnya

Pantai Amal

Amal Beach

55.8 Km Lihat Selengkapnya

Deskripsi Bandara

Bandara Halim Perdanakusuma adalah sebuah bandar udara di Jakarta, Indonesia. Bandar udara ini juga digunakan sebagai markas Komando Operasi Angkatan Udara I (Koops AU I) TNI-AU.

Sejarah Ruspau Antariksa tidak bisa melepaskan diri dari sejarah kesehatan Lanud Halim Perdanakusuma yang saat itu masih bernama pangkalan Udara Cililitan. Sejarah dimulai setelah Pangkalan Udara Cililitan diserahkan kepada Pemerintah Indonesia dari Pemerintah Belanda, Pada tanggal 20 Juni 1950. Dengan demikian diserahterimakan juga wewenang Dinas Kesehatan Pangkalan Cililitan dimana LU-II Harsono yang pada waktu itu juga menjabat sebagai Kepala Jawatan Farmasi, Menjadi kepala Kesehatan pertama. selanjutnya pada tahun 1951 Kepala Dinas Kesehatan dijabat oleh LMU-II S. Hadiprayitno. Para dokter yang pernah bertugas di Cililitan tahun 1950 antara lain Mayor Udara dr. Muryawan, LU-I dr. S.I



Pada Tanggal 17 Agustus1952 Pangkalan Udara Cililitan diubah namanya menjadi pangkalan udara Halim Perdanakusuma, sehingga otomatis dinas kesehatannya juga menjadi bagian dari Pangkalan Udara Halim Perdana. Pada Tahun 1955 Dinas Kesehatan Pangkalan Cililitan masih berstatus sebagai tempat perawatan sementara yang hanya mempunyai fasilitas Poliklinik umum, Poliklinik Gigi, ruang uji kesehatan awak pesawat dan ruang perawatan berkapasitas tiga belas tempat tidur. pimpinan rumah sakit pada saat itu dijabat dr. Suyoso Soemodimedjo. pada tahun 1956-tahun 1957, Dinas Kesehatan Pangkalan Udara Cililitan mendapatkan alokasi pembangunan rumah sakit, tetapi kemudian sempat berhenti dan terlambat penyelesaiannya karena terjadi sanering mata uang rupiah, setelah bangunan fisik selesai, rumah sakit terdiri dari perkantoran, apotik, laboratorium, Asrama perawat, pergudangan dan ruang perawatan dengan kapasitas 60 Tempat tidur. Sekarang, bangunan ini masih dapat kita saksikan segagai bangunan lama Ruspau Antariksa. Selanjutnya Rumah Sakit ini berada dibawah kendali Gugus Kesehatan 502

Pada masa perang kemerdekaan, Halim Perdanakusuma dan Opsir Iswahyudi mendapat tugas untuk membawa pesawat tempur yang baru dibeli. Pesawat itu sendiri berada di Muangthai (Thailand). Untuk mempelajari pesawat tempur yang sebelumnya merupakan pesawat angkutan itu, Halim hanya membutuhkan waktu selama kurang lebih 5 hari. Tapi dalam buku sejarah yang dikeluarkan Mabes TNI AU itu, tidak tersebutkan negara mana yang membuat pesawat tersebut.

Dari Thailand pesawat menuju ke Indonesia. Namun malang, pesawat itu tak kunjung sampai. Diperkirakan, pesawat itu terjatuh di kawasan pantai selat Malaka. Tak lama kemudian, nelayan menemukan sosok mayak yang terdampar di kawasan pantai. Dan saat itu kodisi jenazah sangat sulit diidentifikasi. Namun akhirnya jenazah itu diduga merupakan jenazah Halim Perdanakusuma. Sedangkan jenazah Iswahyudi hingga kini belum diketemukan.

Sebagai tanda penghargaan, keduanya dijadikan pahlawan nasional Indonesia dan nama Halim Perdanakusuma diabadikan sebagai Bandara Pangkalan TNI AU di Jakarta Timur sedangkan Iswahyudi diabadikan sebagai Pangkalan TNI AU di Madiun.

Bandar Udara Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, yang selama hanya ini menjadi bandara pesawat carter,  sejak tanggal 10 Januari 2014 siap menjadi bandara domestik pada . Untuk kapasitas bandara ini dapat melayani 66 penerbangan kedatangan dan keberangkatan setiap hari, dengan total pergerakan penumpang sekitar 9000 orang setiap harinya.

Area parkir kendaraan di Bandara Halim Perdanakusuma juga cukup lebar, karena ajan diperluas dari 5.000 mobil menjadi 7.000 mobil. 

Foto di Jakarta - Halim (HLP)

screenshot-app-crop

Unduh Aplikasi tiket.com

atau

Kami akan mengirimkan tautan untuk mengunduh aplikasi langsung ke ponsel atau tablet Anda